Kamis, 05 Maret 2015

prioritas

Halo, sudah lama ya tidak jumpa
Jujur saja, saya kangen sekali menulis, tapi jujur saja... banyak hal yang berubah, sehingga saya bingung ingin menulis apa... saya sudah tidak bisa se cepat itu mengembalikan mood menulis saya dalam dua atau lima hari. Saya benar benar tidak tau bagaimana caranya mengembalikan mood dengan sengaja
tapi saya rindu sekali ingin menulis.
Walaupun sampai saat ini, saya tidak ada bahan yang tepat untuk di tulis...
karena saya berubah banyak. sangat banyak

Semua ini berawal dari dua tahun belakangan ini, ketika saya benar benar masuk dalam suatu hubungan yang sangat matang...
Saya bertemu dengan dia pada tahun 2012
tidak ada yang istimewa, baik dia untuk saya, juga saya untuk dia. Tapi yang saya tahu, saya menyukainya saat awal bertemu, rasanya bergetar hebat. tapi hanya bergetar, dan tidak terjadi apa apa... karena saya tau saya hanya mengagumi senyumnya yang tersimpul rapi seperti anak kecil.
singkat cerita setelah beberapa pertemuan saya semakin menyukainya, tetapi saya masih menemui keraguan..., saya sempat berdoa

"Tuhan, saya tidak tau apa yang engkau rencanakan, tapi jika memang dia jalanku... maka dekatkanlah kami"

dan terikatlah kami pada suatu komitmen.

berbulan bulan kami menemukan banyak sekali kecocokan dan ketidak cocokan, membutuhkan banyak logika, perasaan, toleransi dari kedua pihak. Tapi kami sadar pada akhirnya, kami sedang di dewasakan...

Hingga pada suatu waktu, kami harus merelakan jarak masuk pada hubungan kami, semuanya baik baik saja
tapi kami sadar bahwa ada yang harus kami beri makan, rindu dan ego
"Kenapa tidak menikah saja?" tanya kami pada kami.
Hingga akhirnya kami membuat nazar.
Tapi saya percaya Tuhan juga memiliki selera humor, nazar kami pun batal terlaksana.

Mungkin Tuhan tau, bahwa kami belum sepenuhnya siap.
Maka diujilah kami pada realita yang sebenarnya,

saya akhirnya sadar
bahwa "Menikah" pada umur saya (21 tahun) bisa dikatakan menikah muda dan impian banyak gadis, termasuk saya
ya, saya paham. karena saya hanyalah mengusahakan ego saya menang lagi.
Menikah itu menyenangkan, ya bagaimana tidak ?
Ketika setiap pagi sudah terdapat simpul senyum rapi bak anak kecil di depan saya
Ketika pada akhir hari saya sadar bahwa saya adalah alasan bagi dia untuk pulang, dan berangkat lagi di pagi harinya.
Ketika kami merencanakan sesuatu bersama sama.
Ketika kami dipandang sebagai satu kesatuan yang sah bagi agama, juga negara.

Tapi, apakah kami siap ?

Kami siap
Tapi bekal financial kami belum siap.

Kami siap, karena kami bukan orang yang neko neko
beruntungnya dia bukan laki laki yang serakah wanita.
dan beruntungnya saya juga bukan wanita yang haus di puji puji oleh banyak pihak.
Jadi agaknya kami cenderung puas dengan satu sama lain.

Tapi kembali lagi kami renungkan
Bagaimana jika keluarga kecil kami tidak berhasil ?
Bukankah pernikahan itu tumbuh, tidak hanya sebatas romantisme pasangan muda.
maka ada satu yang kami takutkan dan tidak ingin sekalipun ada kata gagal.
Anak.

kami tidak mau anak kami gagal.
kami akan gagal ketika kami tidak bisa memberikan usaha maksimal untuk mengantar anak kami pada cita citanya.
terutama karena dana.
Kami sekalipun tidak mau, anak kami harus mengubah cita citanya atau bahkan mengubur cita cita nya cuman karena kendala biaya.

Dan karena itulah,
Dia, pria yang saya sanding bersama komitmen, mengubah banyak tentang saya.
Masalah saya sudah bukan kenapa orang tua tidak memberi ijin main keluar atau kenapa tidak membelikan handphone canggih lagi. Bukan
Masalah saya sekarang bagaimana dia dan saya bersama sama, bisa menjamin kehidupan financial keluarga kecil kami berkecukupan nanti.

Dari pemikiran sesederhana inilah
Orang yang tepat tidak membutuhkan usaha yang besar untuk mengubah prioritas saya.
Bagaimana saya sadar sekarang, bahwa memang realita yang harus saya lihat.
sebelum menerima banyak pujian dan karangan bunga di hari mengucap ikrar sah.

Senin, 10 Desember 2012

a friend of mine, arip


Pada postingan kali ini, gue persembahkan dengan segenap hati untuk Arief Adiatma, temen gue yang mencari ilmu sampai ke kota jogja.

jadi, kali ini gue bakal bahas tentang aib Arip, intinya kali ini gue mau ngegosip !
lu tau yang namanya 'typo' kan ? nah kadang kala typo itu bisa jadi fatal... kalo ngirimnya ke orang yang salah.
       Nah jadi ini nih typo dia yang paling fenomenal
yang satu ini ke temen gue si @ayundafi, sekarang siapa yang nggak jijik coba ada cewek dikirimin sms ginian? PANTES DIA JOMBLO !

nah, yang satu ini ke nyokapnya dia sendiri, iya, ibu kandungnya sendiri
anak durhaka

For Your Information
Si Arip ini sudah satu kali berpacaran, kita semua kaget kenapa ada adek kelas yang bloon banget bisa pacaran sama dia. dan juga kok bisa si Arip bisa dapet pacar "cewek" Crazy Emoticons

Nah, sekarang Arip menimba Ilmu sampai ke kota Jogja sebagai dokter mesum, dengan pendidikan yang prestigious begitu (jadi dokter) normalnya Arip di ramalkan tidak akan menjomblo, paling lama 1 semester. tapi sampai sekarang belum tercium bau bau busuk Arip bakal melepas status single'nya. pasti ada yang salah sama system yang bekerja pada aura dan diri Arip, sehingga dia bisa ngejomblo sampai sekarang. 
Padahal, menurut survei yang gue sempat lakukan semasa SMA, temen temen lain kelas gue pada bilang... "ooh temen lo yang Arief Adiatma itu ? ih dia tuh ganteng loo... tapi sayang, PENDEK" kata mereka
"... tapi sayang, PENDEK" sengaja diulang biar agak dramatis.
hasil yang berbeda juga gue dapatkan ketika gue melakukan kuis kuesioner yang sama ke temen temen cowok gue, mereka bilang "Oh arip, siapa yang ngga kenal sih sama raja bokep SMP kita ? ya nggak bro ?" 
gue juga kurang mengerti akan fenomena ini. Jika ditinjau dari postur tubuh... Arip memang memiliki kecendurungan "Suka ngebantuin temenya yang polos jadi maniak bokep" tapi di tinjau dari muka, Arip itu polos.... emang dia agak ganteng, tapi kan dia PENDEK.

Gue kangen banget sama ketololan Arip.
ketika dia mau nabung ke bank B*I, tapi dia malah dateng ke bank B*I (maap gue sensornya ngga bener, abis gimana lagi mau nge-sensor BRI sama BNI ? penting kan gue ngga sebut Merk, ye nggak bro ?)
dan gue masih inget banget satpam dari bank B*I dengan sabar memberi tahu Arip dan temanya ( si A***ngga, atau sebut saja dengan nama samaran, "Angga") kalo mereka salah BANK. whatefuck.

Crazy Emoticons
Gue udah lama banget nggak ketemu Arip, terakhir ketemu itu ya ketika Idhul Adha. gue sangat bersyukur ternyata Arip statusnya masih Mahasiswa baik baik, bukan "Monyet-yang-ngehamilin-anak-orang". Kita doakan juga jangan sampai Arip kayak gitu, kejahatan terjadi juga karena ada kesempatan kan ? buat temen temen cewek gue di jogja.. sebaiknya kalian udah latian bela diri sedari awal, atau kalo nggak, beli PepperSpray.
Kicauan Ayundafi di Twitter bikin sisi kesetanan gue tergugah untuk Nge-post tentang Arip.
Sekalian gue ceritain yang baik baik tentang Arip, itu kan namanya temen, iya nggak rip ?

buat kalian kalian di luar sana yang penasaran banget sama Arip, ini nih jagoan kita. Arief Adiatma a.k.a Arip


Arip bimbang masalah Gender, sebagai wanita moslemah, seharusnya dia pake hijab.






Foto foto ini emang gue Photoshop dikit, supaya "pantas" dipublikasikan.














Ini Arip lagi Flirting. coba liatin dari bentuk mulutnya.
Itu tandanya dia lagi Respirasi lewat Mulut
itu juga ciri ciri Arip lagi flirting.






Oke deh ! segitu dulu tentang Arip !

See you around !